[P] Tertinggal

Sehari posting dua kali? Hahahah. Sok gegayaan bener yah aku.

Setelah sebelumnya ada [F] yaitu Fiksi, biasanya aku pake di judul, buat nandain kalo aku lagi sok-sok an ber-fiksi-ria. Nah sekarang ada [P] yaitu Puisi. Setelah sebelumnya sukses dengan 30 hari menulis puisi. Marilah kita sekarang kembali ber-puisi-ria. Yah semoga judul yang berawalan [P] ini masih bisa terus ada lagi dan lagi gak kaya [F] yang keknya terhenti entah sejak kapan dulu, soalnya kebiasaan nih, kalo bikin fiksi mesti berakhir tragis, khawatir entar dikira orang depresi deh. Wkkkk. Padahal puisi dibawah juga nada-nadanya suram juga sih. Ah tapi sudahlah, yuk cap cus aja deh..

Masih ada yang tertinggal
Jauh di lubuk jiwa
Terkenang dan kembali meradang
Tak jarang ku lontarkan makian
Betapa bodoh perasaan
Betapa lemah pertahanan
Apa tak lagi ada yang tersisa?
Hingga akhirnya kau bisa melangkah ke depan
Meninggalkan semua di belakang
Diam menjadi kenangan
Tanpa pernah menoleh dan menyesal
Dan aku pun tertunduk dalam

Oh Tuhan
Betapa kecil hambamu ini
Dan segala perasaan yang kupunya
Akupun ingin seperti mereka
Bercerita dengan bangga
Tapi apa?
Aku masih berada dalam jurang
Kuburan yang kubuat dalam dalam

Seperti semerbak harum mawar
Wanginya masih sama
Dan aku masih tak beranjak
Ketika wangi yang sama datang
Meski bertahun sudah
Dan aku pun mulai lelah
Berharap semua usai lebih cepat
Entah bagaimanapun caranya
Dan akan kembali kupastikan
Ku kalahkan semuanya

Iklan

8 thoughts on “[P] Tertinggal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s