Iuran

A: eh iuran yang buat mas A di kamu ya jeng? Minta nomer rekeningnya ya.

B: gak usah bayar mi, itu gak ditulis nama kog, tadi udah iuran semua, anggap aja kamu udah patungan. Cuma berapa belas ribu kog.

 
Bukan perkara seberapa besar yang dikeluarkan.
Bukan pula perkara nama yang nantinya tercantum.
Tapi lebih ke niatan berbuat baik. Niatan pengen ikut nyenengin orang. Niatan pengen ikut ngebahagiain orang. Walopun nominalnya kecil. Tapi seenggaknya ada kebersamaan disitu. Dan ikhlas tentunya. Iya gak sih?

Apa Cuma aku aja yang ngerasa kaya’ gini?

Iklan

4 thoughts on “Iuran

  1. Iya, saya juga pasti ngerasain hal yang sama dengan Ilmi…ngebohongon diri sendiri sama Tuhan itu berat banget rasanya…
    Sekecil apaun nominal yang harus kita keluarkan, itu adalah kewajiban. Tuhan kan tahu. Diri sendiri juga pasti tahu. dan kayaknya kita nggak perlu dilihat dan dinilai orang untuk melakukan hal-hal yang seharusnya kita lakukan untuk kebersamaan 🙂
    *panjang deh komennya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s