Book Review: Labirin Rasa

Belum pernah bikin resensi buku sebelumnya. Jadi sebelum bikin resensi bukunya mbak eka, daku googling dulu tata cara me-resensi buku yang baik dan benar. Hehe. Tapi entahlah apa hasil dari resensi yang daku tulis ini akan menjadi resensi yang baik dan benar? Daku boleh berusaha, namun hanya dewan juri lah yang nantinya mempunyai kewenangan untuk menilai. πŸ˜€

Baca buku ini udah lumayan lama, pas awal2 mbak eka woro2 mengenai buku tulisannya, daku penasaran berats. Pasalnya daku ingat sekali, tepat sehari sebelum pertama kali mbak eka woro2, daku baru saja menyambangi gramedia yang ada di kota purwokerto (fyi, diriku tinggal di kota tetangga purwokerto yang berjarak sekitar 15km), dan setelah daku ingat2, mosok seh, buku mbak eka yang eye catching itu tidak menarik ku? Apa mataku sudah tak memiliki kepekaan terhadap buku yang bagus? Ternyata selidik punya selidik setelah aku kesana lagi dan bertanya pada mas2 pramuniaga, buku itu memang sebelumnya belum ada. *udah suudzon duluan sama mata sendiri* Dan saat itu, ketika mata berasa seger ngeliat yang ijo2, tanpa pikir panjang lagi langsung ambil deh bukunya masukin kedalam keranjang belanjaan.

Baiklah dimulai saja yuk resensinya πŸ™‚

logo-smartfren-anti-lelet-live-smart

Judul Buku: Labirin Rasa
Penulis: Eka Situmorang-Sir
Halaman: 394
Penerbit: Wahyu Media
Harga IDR 52.000

Okeh dimulai dari isi buku, isi buku jelas novel remaja dengan Kayla sebagai tokoh utama. Yang menarik dari buku ini adalah ketika mengikuti alur perjalanan Kayla dalam menemukan arti cinta dan cinta sejati itu sendiri. Melalui Kayla, mbak eka membawa kita berkeliling nusantara. Yah! Kayla membawa kita mengenal beberapa tempat wisata yang ada di Indonesia. Detail setiap tempat pun mengesankan.

Dari seluruh isi buku dimana Kayla sedang jatuh cinta maupun patah hati, paling suka pas bagian di Medan. Ketika si bang Patar muncul, dalam hati kecilku langsung menyetujui Kayla dengan si abang ini, daripada sama Ruben yang kagak jelas mau kemananya. *loh kog malah esmosi* *ini kagak spoiler kan yah* πŸ˜€

Alur cerita yang cepat dan tak tek tak tek membuat diriku tak mampu memalingkan pandangan sebelum halaman terakhir dari buku ini terselesaikan. Walopun ada beberapa titik dimana diriku sempet bingung, contohnya, setting awal di malang, terus kenapa di bab selanjutnya udah di bali aja sih?

Meskipun begitu, deskriptif tempat-tempat yang mbak eka sajikan, bikin aku pengen cepet-cepet buka laptop dan browsing tiket murah. Terutama pas bagian Medan nya! Beneran! Niatan ke medan itu udah ada dari setahun yang lalu loh. Dan sampe sekarang belum kesampean gegara belum dapet tiket promo yang murmer. *lah kog malah curcol* πŸ˜€

Lanjut ke bahasa yang digunakan mbak eka dalam menyajikan kisah Kayla. Bahasa yang digunakan merupakan bahasa sehari2 yang ringan dan bener2 mudah dipahami. *eyalah, ini novel mi, bukan text book* Hehe.

Kesimpulannya, novel Labirin Rasa ini daku rekomendasikan buat teman2 yang suka sama cerita cinta ringan. Perjalan Kayla yang sarat pesan moral dan juga gak sedikit menggambarkan kegalauan remaja saat ini. Ketika kita hanya perlu berhenti sejenak, memberikan waktu dan ruang untuk hati kita. Terus juga, perjalanan Kayla membawa kita ke keindahan nusantara yang tiada duanya. Serta menantang jiwa petualang yang konon tersembunyi jauh di lubuk hati keluar dengan perasaan membuncah. *alah bahasaku lho* *butuh travelling detected* πŸ˜€

Pesen dikit ya buat mbak eka. *ya kali aja mbak eka baca resensi abal2 ini* ditunggu novel keduanya, ketiga, keempat, kelima dan selanjutnya ya mbak. πŸ˜‰

Postingan ini diikutsertakan dalam Lomba Book Review (Resensi Buku) Labirin Rasa.

Iklan

4 thoughts on “Book Review: Labirin Rasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s