don’t give up

Suatu hari.
Seorang anak tersadar, ketika datang seorang lelaki mendekat dan memberikan sebuah bunga padanya.
Menawarkan sebuah cerita lain untuknya.
Membawakankan sebuah kehidupan baru untuknya.
Berceritalah ia kepada sang ibu.
Sang ibu pun bersuka cita terhadap apa yang dirasakan anak tercintanya.

Namun, suatu ketika, lelaki itu mengambil kembali bunga tersebut seraya menggores permukaan kulit sang anak. Meninggalkan luka yang mendalam.

Sang anak pun bersedih, merasa semuanya telah berakhir. Dengan bunga yang telah diambil, apalagi yang bisa ia lakukan? Apalagi yang bisa ia sodorkan?

Sang anak menangis siang malam. Sang anak ingin menjadi kuat. Sang anak pun bangkit kembali dan belajar berjalan kembali. Sang anak menjelma menjadi sosok yang tangguh sekaligus rapuh.

Sang ibu melihat dengan sedih. Terluka lebih dalam dari apa yang dirasakan sang anak. Bersedih lebih dalam atas apa yang dialami sang anak. Berdoa lebih panjang untuk kekuatan sang anak.

Sejatinya sang ibu menyembunyikan semuanya dari sang anak. Dan ketika sang anak kembali dengan senyum terindahnya, perlahan duka di hati sang ibu terangkat.

Biarlah Tuhan yang akan memberikan balasannya. Batin sang ibu.

Suatu ketika sang anak menyadarinya. Bahwasanya sang ibu terluka lebih dalam. Bahwasanya sang ibu bersedih lebih darinya. Bahwasanya sang ibu selalu berdoa untuknya.

Sang anak tersadar. Apapun yang sudah terjadi tak akan lagi bisa dirubah. Lelaki yang menyakitinya mungkin saja merasa menang karena segala yang dia mau telah tercapai. Namun sang anak tersadar, dialah pemenang sebenarnya dalam permainan ini. Yang berlalu biarlah berlalu. Tak peduli betapapun indah atau sakit yang telah terjadi. Sang anak percaya, dia telah melaluinya dengan baik. Kalaupun ada jalan yg lebih baik lagi, setidaknya dia tidak perlu menyesal telah berada di kondisi yang sekarang.

Sang anak terus melangkah. Berusaha lebih baik lagi. Berjuang lebih keras lagi. Berusaha membuat senyuman2 lain di wajah sang ibu. Tak hanya sang ibu namun juga sang ayah dan seluruh keluarganya.

“Tuhan tak akan menguji hambanya melampaui batas kemampuannya” yakin sang anak sekali lagi.

Iklan

2 thoughts on “don’t give up

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s