[F] Telepon

Dering telpon membangunkanku dari lamunan. Sekilas kulihat, aah nomor tidak dikenal, aah kode area itu, malas-malasan kutinggalkan form excel yang sedang ak kerjakan, perlahan kuhela nafas dan memantapkan hati, kuraih handphone yang masih terus mengeluarkan deringnya menandakan diujung sana seseorang masih menunggu untuk berbicara denganku. Perlahan kubawa handphone keluar dari ruangan dan segera menekan tombol hijau.

“Hallo” sapaku,
“Hallo dengan mbak Sari?” Jawab seseorang di seberang sana.
“Iya benar, dengan siapa saya bicara?” Jawabku
“Ini dengan Ibu dewi mbak, saya SDM wilayah 5, saya mau mengkonfirmasi, benar mbak Sari kemarin mengirimkan surat ke perusahaan ya?”
This is it, batinku. “Oh, surat yang mana ya bu?”
“Surat yang menyebutkan laporan mengenai perlakuan suami.”
“Oooh, surat yang itu, sudah diterima ya bu? Trus gimana tindak lanjutnya?”
“Sebelumnya saya mau tanya dulu nih sama mbak nya, tujuan dari surat itu sebenernya apa ya?”
“Kalo saya sih aslinya gak pengen yang terlalu ekstrim kog bu, tapi saya lebih meminta kebijakan perusahaan, kalau memang terbukti dan memungkinkan ya silahkan diberi hukuman yang seberatnya.” Jelasku.
“Jadi sebenernya gini loh mbak, perusahaan tidak mengatur hal yang seperti mbak sebutkan tadi, namun ada yang disebut kebijakan pemimpin, dalam hal ini jika nanti apa yang mbak tuliskan dalam surat mbak terbukti, maka keduanya bisa dikeluarkan.”
“Ooh, kalau itu ya saya kembalikan ke kebijakan perusahaan saja bu.”
“Baik mbak, segera saya akan bentuk tim investigasi untuk mencari kebenarannya.”
“Baik bu, terimakasih atas bantuannya.”
Klik.

Suara di seberang sana sudah menghilang. Namun aku masih termangu dan terdiam. Ah, entahlah apa hasilnya nanti. Sepertinya tak akan bisa berjalan sesuai mauku. Namun yang pasti ini salah satu bentuk usahaku dan pembuktianku. Yah, aku tak bersalah. Gak ada yang bisa menyalahkanku atas semuanya. Tidak juga dia.

Kembali ku tekuni file excel yang ada didepan mataku. Namun tangan dan fikiranku tak bisa lagi bekerja sama. Kusudahi saja file excel itu dan kemudian sibuk dengan segala apa yang ada di kepala. Aaah, kenapa semuanya jadi rumit begini. Darimanakah semuanya berawal, hingga saat ini akhirnya terlihat tak berujung.

Ingatanku melayang dengan apa yang terjadi beberapa tahun silam. Seberapapun canggihnya prosesor yang tertanam di otak ku, sampai saat ini aku masih belum bisa menemukan di bagian mana yang salah yang akhirnya mengawali semua bencana ini. Tak sedikitpun aku bisa mengerti mengapa seorang bisa berubah sedemikian rupa sehingga menjadi seorang yang tak lagi bisa dikenali. Ataukah memang selama bersamaku dia memakai topengnya dengan rapat-rapat, sehingga apa dan bagaimana dia tak pernah bisa aku kenali. Entahlah.

Iklan

4 thoughts on “[F] Telepon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s