The Great Divorce (bukan sebuah film)

Hah? Divorce? Kog bisa? Pasti itulah kata pertama yang biasa kita ucap ketika mendengar orang terdekat kita mengalami hal tersebut. Bagi sebagian besar orang, mungkin mereka langsung nge-judge dan menyimpulkan sendiri. Dan bagi sebagian lainnya, mungkin Cuma ber-ooh ria. Dan bagi sebagian lainnya, mungkin mengulurkan tangan dan dengan lembut menepuk pundak teman kita tersebut. Lantas, kira2 kita bakal milih perlakuan yang mana? Eh salah, kita bakal berlaku seperti apa?

Hehe, gaya banget ya postinganku kali ini ngebahas soal divorce. Aku lebih memilih kata berbahasa inggris ini daripada arti katanya dalam bahasa Indonesia. Entah bagaimana kata berbahasa inggris ini lebih terasa manusiawi daripada kata berbahasa Indonesia itu. Dan entah bagaimana kata berbahasa Indonesia itu menimbulkan trauma yang lebih mendalam.

Lantas, apakah orang yang mengalami divorce itu bisa disebut kalau mereka gagal dalam menjalani ujianNya? Menurutku tidak. Konteks gagal atau berhasil itu bukan dilihat dari semua status itu. Namun konteks gagal atau berhasil itu kepada sikap kita menghadapinya. Iyah. Kalaupun ada seorang divorce, nah dia itu habis itu gak bisa move on atau cenderung menyakiti dirinya sendiri dan bahkan tak mau berusaha untuk fight her/his life ya itu yang dinamakan gagal. Tapi kalau dia habis divorce malah menjadi orang dengan pribadi yang lebih baik, lebih tough dan lebih fight untuk hidupnya, maka itu yang dinamakan berhasil. Nah kalo pendapat aku sih gitu, tapi kalo masyarakat kan beda yah. Apalagi perlakuan pandangan, duh! Hal itu tuh yang paling mengintimidasi. Kemanapun seorang divorce man/woman pergi, rasa2nya itu semuanya kya melemparkan pandangan dengan pertanyaan yang sama. Dan pandangan yang menghukum tersebut kadang lebih menyakitkan dibandingkan peristiwa divorce itu sendiri. Sebenernya kalo mau bilang sih, mungkin itu hanya perasaan seorang divorce aja, tapi tetep aja susah banget buat meraih kepercayaan diri buat seorang divorce. Dan gaswatnya, kalau seorang divorce itu dengan pedenya face the world, salah2 sama masyarakat malah dinilai gak tau diri. Nah loh!

Kalau menurut pendapatku, mereka the divorce people itu adalah orang2 yang tough. Pas kapan hari itu sempet dateng ke pengadilan agama. Aku pikir awalnya itu disana bakalan sepi dan krik krik banget, tapi ternyata aku salah. Dan yang lebih mengejutkan aku itu disana ternyata ramee banget! Kya pasar malahan. Kebayang gak sih, KUA aja ramenya gak kaya’ gitu. Eh lha ini banyak banget ternyata orang mau divorce. Pas nanya kanan kiri, banyak juga kisah2 yang aku denger. Ada yang suaminya main perempuan, ada yang suaminya ngilang, bla bla bla bla bla dan berbagai macam masalah lainnya yang kalo disimpulkan hampir semua masalah itu bersumber dari makhluk berjenis kelamin laki-laki. Bukan! Bukannya aku lagi diskriminatif yah. Tapi aku bener2 menyimpulkan dari apa yang aku lihat. Dari semua hal masalah itu, kog ujung2nya yang dinilai negative di masyarakat itu malah si perempuannya yah? Tanya kenapa?

Ngomongin soal ini yah, gak bakal ada selesenya sih. Pasti bakal ada banyak pertanyaan juga dengan tanda Tanya dan tanda seru yang besar juga. Dan semoga semua orang di dunia ini yang sedang dalam proses galau divorce, semoga aja semua cepet selesai yah. Semoga yang terbaik untuk kedua belah pihak. Dan semoga bisa selalu tetap tough dan fight dalam kondisi apapun. Aaamiin.

Eh ngomong2 kenapa bisa aku tiba2 kepikiran bahas soal ini itu awalnya dari suatu situs donlot drama korea n dorama jepang. Dan pas itu ada film entah drama korea atw dorama jepang aku lupa pastinya, dimana judul film itu adalah “The Great Divorce”. Adapun maksut atw tujuan atw isi film itu aku gak mudeng juga. Coz nonton yang episode pertama tapi rasanya kurang nendang gimana gitu. *bola kale Mi kog pake nendang2 segala* 😀

So.. Selamat menjelang weekend sodara semuah. Hari ini bapak dan ibu kepala sekolah lagi rapat di wilayah. Jadinya suasana kantor rada nyante nih. Walopun ada si paman juga sih. *baca Wakil Pemimpin* 🙂

Orait, sebelum menutup tulisan kali ini, sebenernya diriku lagi galau penempatan nih. SK ojt tahap selanjutnya belum keluar juga. Ada kemungkinan dipindah tempat ojt. Ada juga kemungkinan ditempatin di luar jawa. Yaaah. Sebenere sih bukannya takut atw gimana, Cuma kan namanya gak pasti yah pastinya lebih galau dibandingkan udah pasti dan ketauan dapetnya di negri antah berantah gitu. Berharapnya sih dimana aja terserah, karena aku percaya dimana aja itu adalah tempat terbaik yang dikasih Allah ke aku. Lagian urusan aku yang harus diselesein disini juga udah lumayan beres, tinggal dikit lagi lah. Dan semoga keputusan yang keluar, semua keputusan yang keluar itu adalah keputusan yang terbaik. 🙂

Yeay!! I’m ready for the great weekend.. \(^_^)/

Iklan

4 thoughts on “The Great Divorce (bukan sebuah film)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s