Gresik, 11 Februari 2009

Dan.. hijaunya daun itupun ikut tersenyum..

Meski itu berat, namun tersenyumlah..

Karena disuatu tempat, entah dimana, meski jauh,

Ada impian yang menunggu..

Menunggu untuk kita raih

Dan.. apa yang akan terjadi esok hari

Masih menjadi rahasia Nya

Itulah keindahan yang sebenarnya

Ketika kita masih bisa tersenyum

Disaat-saat yang sekalipun terasa semakin sulit..

Dan.. apa yang sesungguhnya kita cari?

Jikalau sebenarnya kebahagiaan itu kita sendiri yang buat..

Maka.. sebenarnya kita manusia tak patut jika terus saja menuntut hal yang baik-baik saja tanpa mau berusaha untuk mendapatkan yang terbaik untuk kita. Ada beberapa orang yang hanya melihat sekilas terhadap apa yang terjadi. Sehingga pada akhirnya merugikan sesama nya. Dan ada juga orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri hingga tak lagi peduli akan sekitar kita. Namun terkadang kita sendiri juga hanya manusia biasa yang memang penuh dengan kesalahan. Tapi patutkah jika kita menyalahkan keadaan itu dalam kita menilai sesuatu. Jika kesalahan yang kita lakukan hanya sekali atau dua kali mungkin masih bisa dimaklumi. Namun jika kesalahan itu terus berulang, maka alasan apalagi yang patut untuk dipertahankan?

Jika kita berbicara merujuk kepada kesalahan yang kita buat, maka hal itu mengarah terhadap kedewasaan kita dalam mengambil sikap dan keputusan di setiap apa yang terjadi didepan kita.

Dan jika kita membicarakan kedewasaan lebih lanjut maka hal itu merujuk terhadap pilihan tingkat kedewasaan yang kita ambil.

Maka sebenarnya setiap kata dan keputusan yang keluar dari diri kita merupakan cerminan dari kedewasaan dan pilihan yang kita buat.

Hmm.. terlalu serius ya bahasanya..?? tapi mungkin itu lebih kepada apa yang terjadi padaku akhir2 ini. Dalam beberapa minggu terakhir, aku menghadapi dan akhirnya memutuskan banyak hal. Banyak pilihan yang aku ambil, namun tak sedikit pula pilihan yang aku tinggalkan dibelakangku, dan semoga tak akan aku ingat dan lihat lagi. Untuk kemudian pilihan yang aku ambil pun mempunyai beberapa konsekuensi yang harus aku jalani. Hingga akhirnya hal-hal yang menjadi konsekuensi tersebut menguji tingkat kedewasaan diri yang telah aku bangun sebelumnya. Memang ada sebagian yang menambah kekuatan benteng yang aku dirikan, namun banyak juga yang turut menggoyahkan kekuatan benteng yang telah aku buat tersebut. Hingga kini pada akhirnya aku masih belajar untuk menguatkan bangunan kedewasaan yang mulai aku dirikan tersebut. Namun pada akhirnya aku belajar akan hal yang dinamakan kesetiaan komitmen dan tanggung jawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s