Ketika waktu kita tak lagi ada..

Tak terasa usia ini semakin bertambah. Dengan ini maka semakin sedikit waktu kita yang tersisa. Dalam hidup ini pastilah ada asa dan rasa memiliki akan sesuatu. Tapi tak taukah kita bahwa kepemilikan kita akan sesuatu tersebut tidaklah kekal. Siapkah kita ketika kita dihadapkan pada waktu kita yang tak lagi ada. Sedangkan banyak hal yang belum kita selesaikan. Atau bahkan ada rasa rindu yang belum tertuntaskan. Maka apa yang akan kita lakukan? Akankah kita akan merasa ikhlas atau malah kita akan merasa belum cukup. Maka pertanyaannya adalah apakah yang sebenarnya kita miliki? Dan kita punyai untuk bekal kita menghadapi hari esok? Wow.. Betapa apa yang kita miliki ternyata tak sebanding dengan apa yang sebenarnya kita butuhkan. Maka apa sebenarnya kita cari? Entahlah.. Mungkin perasaan kehilangan yang pernah kita alami akan mengajari kita bagaimana cara menghargai. Namun apa yang akan terjadi apabila kita tak juga bisa menghargai segala hal yang kita miliki? Bahkan kita masih saja merasa kurang akan segala hal.

Ada rasa kehilangan disini. Kehilangan akan teman, sahabat, cerita, tawa, canda yang dulu pernah ada. Bukan hanya kehilangan akan sesuatu yang nyata, namun juga kehilangan akan sesuatu yang tak lagi nyata namun terasa.

Ketika kehilangan itu mulai menghampiri, maka apa yang terjadi? Ternyata hati kecil ini bertanya-tanya, kapankah waktu itu kan datang menghampiriku? Bukan mengenai sesuatu hal yang nyata namun lebih kepada waktu yang telah tak lagi ada. Ketika waktu ku mulai menyempit. Aku pun hanya bisa mencoba berpikir, apa yang telah aku lakukan? Apa saja yang telah aku perbuat? Hingga meninggalkan berbagai noda di berbagai bagian yang aku tinggalkan. Seperti paku yang menancap, ketika kita mencabut paku tersebut, bagian yang ditinggalkannya tak lagi kembali mulus seperti sedia kala. Namun tersisa bekas yang tak lagi bisa dipulihkan.

Bisakah bekas yang kutinggalkan ini menjadi kembali bersih seperti sedia kala? Entahlah.. Aku hanya berharap ketika waktu ku tak lagi ada, segala hal yang telah kutinggalkan berubah menjadi kenangan yang terindah..

Teman. Maaf atas segala salah.. Dan aku hanyalah manusia biasa. Betapa aku hanya mengharap ketulusan mu untuk menerima ku apa adanya.

Wahai Engkau Yang Maha Besar!! Dan jika itu telah tiba, maka izinkanlah aku mengikhlaskan semuanya. Hanya karena MU..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s