tentang seorang sahabat, teman..

15 03 2009

Aku bisa saja acuh atas segala sesuatu yang terjadi akhir2 ini. Namun aku tidak bisa. Entah apa yang sebenarnya orang lihat dari ke’tidak’an diriku. Namun yang pasti aku mulai menangkap makna lain dari beberapa orang disekelilingku. Mungkin memang sebenarnya mereka wajar adanya, namun menurut pengalaman yang telah lalu, ketika aku merasa ada yang ‘aneh’, kemudian aku menyangkalnya, dan pada akhirnya feeling ku akan apa yang kurasa ‘aneh’ itu adalah benar adanya. Terkadang aku tak habis pikir, akan itu semua, namun aku mulai menemukan jawabannya sekarang. Ada seorang yang kini mulai mengajarkanku untuk tak selamanya bersikap acuh. Meski terkadang timbul kecurigaan yang berlebihan akan setiap apa yang ada disekitarku. Dan aku pun tak bisa menyalahkannya. Akan tetapi, mungkin benar jika ternyata kita masih harus banyak belajar. Belajar akan segalanya. Belajar bagaimana mencintai, menyayangi, dicintai, disayangi, dibenci dan bersahabat. Bagaimanapun juga setiap orang yang punya sifat dan pribadi sendiri memiliki persepsi yang berbeda pula akan setiap hal. Bisa jadi kita bisa sesuai dalam satu hal, namun adakalanya kita tak dapat menyatu di hal yang lainnya. Namun bukan manusia namanya jika mereka tidak mau belajar akan segala sesuatunya. Jika mereka tidak bisa menyesuaikan diri mereka dengan alam sekitar mereka. Dan aku pun sebagai seorang manusia, mulai belajar untuk mengenal sekitarku.

Ada sebuah cerita tentang seseorang. Dia seorang yang biasa saja, bahkan cenderung asal dalam berpenampilan dan berperilaku. Alias semau gue aje. Tak ada yang istimewa darinya, kecuali dia bisa cepat akrab sekalipun dengan orang yang baru dikenalnya. Entah itu cewek ataupun cowok. Dia merasa nyaman atas semua yang dia kerjakan. Sampai pada akhirnya dia dikhianati oleh persahabatan itu sendiri. Sebenarnya, dalam hatinya yang paling dalam dia menyukai salah satu sahabatnya itu, dan sebenarnya sang sahabat tersebut juga memiliki perasaan yang sama. Hmmm.. masalah klasik yah. Tapi itu bukanlah hal yang begitu besar bagi dia. Karena dia adalah seorang yang kuat, sehingga dia selalu menyingkirkan segala perasaan mengenai sahabatnya itu. Namun ketika hati kecil tak lagi terelakkan, sehingga pada akhirnya dia berniat untuk mengatakan yang sesungguhnya, dan ternyata kesempatan itu sudah terlambat, karena ternyata sang sahabat telah memiliki belahan jiwanya yang lain. Sebagai seorang sahabat yang dekat, dia kecewa, kenapa sang sahabat tak pernah mau berbagi apa saja yang dialaminya, dan diapun menyimpan perasaannya itu sampai sekarang. Dan dia tak pernah lagi ingin mengungkapkan perasaannya itu. Dia telah kecewa. Kecewa terhadap keadaan. Keadaan yang mengharuskannya menjadi seorang yang tegar dalam menghadapi sesuatu. Meski dia pun juga tahu bahwa sang sahabat pun mempunyai perasaan yang sama. Namun biarlah semua berlalu. Seiring berjalannya waktu, dia pun akhirnya menemukan belahan jiwa nya yang lain, dia belajar, belajar mengenal orang lain tersebut. Belajar untuk menjadikan orang lain tersebut adalah sahabat, teman ataupun pacar. Karena dia tahu itu tak mudah baginya, dan dia pun sadar bahwa sebenarnya dia banyak berlaku tidak adil bagi kekasih hatinya tersebut. Namun dia pun berusaha untuk adil terhadap segalanya. Meski tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya dalam hati kecilnya tak bisa melupakan sang sahabat tersebut, namun dia tetap berusaha. Karna sesungguhnya hanya dia lah yang tau apa yang sebenarnya dia rasakan kini.

Kini, aku bisa melihat dia sebagai seorang temanku yang tegar. Menghadapi segala sesuatunya dengan hati nya. Aku masih harus belajar banyak padanya. Belajar bagaimana kita harus menjalani hidup ini dengan ikhlas hati.

Teman.. dimanapun dan bagaimanapun dirimu kini, teman adalah teman, sahabat adalah sahabat. Begitulah adanya tak kan pernah berubah. Dahulu kini dan nanti.





Gresik, 11 Februari 2009

15 03 2009

Dan.. hijaunya daun itupun ikut tersenyum..

Meski itu berat, namun tersenyumlah..

Karena disuatu tempat, entah dimana, meski jauh,

Ada impian yang menunggu..

Menunggu untuk kita raih

Dan.. apa yang akan terjadi esok hari

Masih menjadi rahasia Nya

Itulah keindahan yang sebenarnya

Ketika kita masih bisa tersenyum

Disaat-saat yang sekalipun terasa semakin sulit..

Dan.. apa yang sesungguhnya kita cari?

Jikalau sebenarnya kebahagiaan itu kita sendiri yang buat..

Maka.. sebenarnya kita manusia tak patut jika terus saja menuntut hal yang baik-baik saja tanpa mau berusaha untuk mendapatkan yang terbaik untuk kita. Ada beberapa orang yang hanya melihat sekilas terhadap apa yang terjadi. Sehingga pada akhirnya merugikan sesama nya. Dan ada juga orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri hingga tak lagi peduli akan sekitar kita. Namun terkadang kita sendiri juga hanya manusia biasa yang memang penuh dengan kesalahan. Tapi patutkah jika kita menyalahkan keadaan itu dalam kita menilai sesuatu. Jika kesalahan yang kita lakukan hanya sekali atau dua kali mungkin masih bisa dimaklumi. Namun jika kesalahan itu terus berulang, maka alasan apalagi yang patut untuk dipertahankan?

Jika kita berbicara merujuk kepada kesalahan yang kita buat, maka hal itu mengarah terhadap kedewasaan kita dalam mengambil sikap dan keputusan di setiap apa yang terjadi didepan kita.

Dan jika kita membicarakan kedewasaan lebih lanjut maka hal itu merujuk terhadap pilihan tingkat kedewasaan yang kita ambil.

Maka sebenarnya setiap kata dan keputusan yang keluar dari diri kita merupakan cerminan dari kedewasaan dan pilihan yang kita buat.

Hmm.. terlalu serius ya bahasanya..?? tapi mungkin itu lebih kepada apa yang terjadi padaku akhir2 ini. Dalam beberapa minggu terakhir, aku menghadapi dan akhirnya memutuskan banyak hal. Banyak pilihan yang aku ambil, namun tak sedikit pula pilihan yang aku tinggalkan dibelakangku, dan semoga tak akan aku ingat dan lihat lagi. Untuk kemudian pilihan yang aku ambil pun mempunyai beberapa konsekuensi yang harus aku jalani. Hingga akhirnya hal-hal yang menjadi konsekuensi tersebut menguji tingkat kedewasaan diri yang telah aku bangun sebelumnya. Memang ada sebagian yang menambah kekuatan benteng yang aku dirikan, namun banyak juga yang turut menggoyahkan kekuatan benteng yang telah aku buat tersebut. Hingga kini pada akhirnya aku masih belajar untuk menguatkan bangunan kedewasaan yang mulai aku dirikan tersebut. Namun pada akhirnya aku belajar akan hal yang dinamakan kesetiaan komitmen dan tanggung jawab.





dan ku teringatttt ketika…

15 03 2009

Hari pertama pertarungan dimulai.

Dengan masih berharap sedikit terhadap pengumuman pertamina, namun aku tetap melakukan semuanya dengan senang hati.

Hari yang baru. Seneng. Dapet buanyak temen baru. Tapi masih kurang akrab ma yang cowok2. coz palingan bru knal ma denish doang. Bis gitu yang laen ngabuer.

Eh btw busway.. mas yang itu tuuuhhhh juga lolos lho.. hehehe.. target bo’.. tapi palingan juga dah punya buntut. Gak terlalu berharap banyak lah. Lha aku disini juga mau belajar ko’. Belajar mengenal dunia luar yang lebih luas. Belajar akan hal yang pastinya lebih indah. (hahahaha..guaya ku lho…)

Secara gak langsung aku bersemangat mengikuti semua rangkaian acara hari ini.

Hmm. Aku bercita2 untuk membangun pembangkit yang berbasiskan energi yang terbarukan. Persis seperti yang pak iwan ajarin and mister al gore presentasiin. Aku ingin menyelamatkan dunia ini (cie ciee bahasaku lhooo..) aku ingin memberikan sesuatu untuk negeriku tercinta (nasionalis bangget negh) dengan caraku sendiri pastinya. Wuaahh. Indah pastinya jika kita hidup dengan damai. Dengan memanfaatkan alam kita sebaik2nya. Dengan memelihara lingkungan kita. Kita hidup berdampingan dengan damai. Dan dengan indah pastinya.

Hmm. Ternyata cita-cita ku sungguh mulia ya. Hehehe. (hmmm…. apa ini benar ilmi yah??? hehehehe)





Just 4 my friend – perjalanan ke solo

11 03 2009

Aku berjalan.. aku melihat.. aku mendengar.. aku merasakan.. aku menilai.. aku memutuskan.

Aku mencoba melakukan semua hal yang berkaitan dengan hidupku sendiri. Aku melihat banyak hal dan aku pun menilai banyak hal. Meski terkadang penilaian itu hanya bersifat sesaat semata. Aku berdiri pada satu tumpuan kaki. Belajar menyeimbangkan antara akal fikiran dan perbuatan. Serta mencoba menilai segala sesuatu bukan hanya dari bungkus yang terlihat. Aku mencoba untuk adil pada segalanya. Namun ternyata. Tak selamanya keadilan yang kubuat telah berlaku adil terhadap apa yang ada disekelilingku.

Mungkin aku belum pernah merasa begitu kehilangan akan sesuatu. Akan tetapi ada hal yang membuatku kembali berfikir kebelakang. Bahwasanya apa yang kita lihat dan rasakan saat ini mungkin saja tak akan berulang lagi dimasa yang akan datang. Dan saat-saat indah yang terlewatkan begitu saja tak terasa telah meninggalkan seberkas kenangan yang tak pernah terlupa.

Tak terasa kurang lebih lima tahun berlalu semenjak perkenalan yang tak terduga itu. Tak terasa bahwa kebersamaan yang kita lalui adalah kebersamaan yang singkat. Kebersamaan yang dahulu sempat terlupa sebab garis takdir tak lagi mempertemukan kita dalam beberapa kisah indah. Namun dibalik itu semua ada suatu kesempatan dimana kelima cewek yang dipertemukan oleh tempat dan kondisi itu berpetualang bersama menembus bilangan solo dan sekitarnya. Meski hanya singkat saja namun hal itu cukup memberikan kenangan yang mengendap dihati masing-masing nya.

Sore itu mendung menggelayuti kota Jogja. Tepatnya daerah Pogung Kidul. Ketika kelima cewek itu bersiap untuk melakukan suatu perjalanan, tak disangka hujan turun dengan derasnya. Bermodalkan nekad dan tekad yang keras dari kelimanya, maka tanpa pikir panjang lagi mereka bergegas berangkat menembus guyuran hujan bersenjatakan payung 3 buah yang memayungi kelima anak manusia itu. Perjalanan yang sebenarnya singkat terseut menjadi sangat panjang dikarenakan hujan yang menemani perjalanan mereka. Ditambah nunggu bis kota yang lama menyebabkan mereka berlima basah kuyup tak menentu. Seiring ketika akhirnya beberapa menit kemudian mereka sampai di stasiun lempuyangan dengan susah payah, kereta prambanan ekspres pun melaju dengan anggunnya menuju stasiun tersebut. Maka mau tidak mau mereka berlari tergopoh gopoh menyongsong mbak2 penjual tiket dengan segera membeli tiketnya dan tanpa membuang waktu segera berlari menyongsong kereta tersebut. ”Pfiuh… akhirnya sampai juga. Pas banget yah..” seru salah satu dari mereka. Dan merekapun bergegas untuk ikut berebutan masuk ke rangkaian kereta tersebut saat kereta tersebut berhenti tepat dihadapan mereka. ”Yah.. gak dapet tempat duduk nih..” salah satu dari mereka berkata. Dan yang lain pun menyahut ”Gpp, nyante ajah.. kan kita uda sedia koran bekas. Kita lesehan aja. OK?” sembari menggelar bekal koran bekas yang mereka bawa dan dengan segera berebut mendudukinya. Dan perjalanan ke Solo sore itu pun dimulai dengan bercerita, ngemil, ketawa2 sampai akhirnya tertidur dengan posisi duduk berpunggung2an.

Ketika akhirnya rangkaian kereta mulai kosong karena udah banyak penumpang yang pada turun, mereka bersiap-siap berdiri, sembari searching tempat duduk yang sudah tak berpenghuni lagi. Sementara itu disudut bagian lain ada seseorang yang menunggu dengan sabar, menunggu sang putri tercinta yang akan datang dengan beberapa temannya yang akan segera meramaikan kediamannya.

Makan malam kali itu terasa berbeda. Apalagi bagi anak kos macam mereka. Makan gratis dan enak adalah hal yang paling dicari, sampe2 kalo bulan puasa dibela2in dah tuh cari tajilan di masjid2 besar sekalian cari makanan buka gratisan. Hehehe. Back to the dinner. Setelah selesai makan malam dan mebereskan segala hal yang berkaitan dengan cuci-mencuci piring sendok dan garpu yang mereka pakai, pake acara petak umpet segala, akhirnya mereka beranjak dari rumah itu dan berjalan perlahan menyusuri arena pasar malam di daerah tersebut. Setelah berjalan muter2, akhirnya mereka memutuskan untuk bermain permainan sederhana macam kora2 Cuma lebih tradisional dan menggunakan tenaga manusia sebagai penggeraknya, kita menyebut permainan itu ”ombak banyu”. Ketika wahana permainan itu mulai berjalan, senyum usil tersungging di sudut bibir kelima cewek tersebut. Namun ketika permainan tersebut benar2 telah berjalan, senyum tersebut berubah menjadi teriakan2 khas cewek yang dengan segera melepaskan segala beban dan pikiran yang hinggap dikepala mereka berganti dengan perasaan lega akan beban yang telah terangkat dan tersingkirkan untuk sementara waktu. Setelah selesai memainkan permainan tersebut, kelima cewek itu sok berani untuk ikut gabung berjalan di rumah hantu. Dan akhirnya Cuma beberapa diantara mereka yang benar2 nekad untuk mengikuti permainan tersebut. Bermodal nekad dan teriakan yang tajam, mereka masuk ke wahana tersebut. Dan ketika mulai berjalan, satu persatu hantu dan tipuan pun bermunculan, dan merekapun dengan sesegera mungkin mengeluarkan jurus andalan mereka yaitu teriak sekenceng mungkin.

Dan dalam hati teman mereka yang tertinggal diluar, ”hahaha… itu kan suara teriaknya temenku.. ketahuan banget Cuma modal teriak.. mampus2 deh didalem.” Dan ketika hari beranjak malam, mereka terlelap dengan senyum yang masih tertinggal di sudut bibir mereka. Pelan tapi pasti ada gumaman di dalam tidur mereka, ”Untung aku tadi gak jadi ikutan masuk, biarin lah, dikirain penakut2 deh..” ”Hmmm… arum manis ku.. enak banget seehh…” ”Wah kenapa ya aku gak ikutan makan mie ayamnya..?? Hmmmm.. jadi mupeng deh neh.” ”Jeruk balinya manis gak ya?” “Hiiiiyyyy serme euyy.. tadi ada bapak2 yang mupeng banget ngeliat gw. Jd gak enak body gene deh..”

Petualangan mereka ternyata belum berakhir. Keesokan harinya setelah bersiap dan kembali menyantap makanan bermerk gratisan, mereka ber-5 ditemenin ibu, adek dan temen adeknya yang empunya rumah pergi berjalan2 ke Solo Grand Mall ato yang lebih popular dengan SGM. Sebenernya sih Cuma sekedar jalan2 doank, cuci mata situ, biar nanti kalo ditanyain orang, “ke solo kemana aja neng?” mereka bisa menjawab, “ke cembengan –pasar malem- pak/bu, ma ke SGM juga, trus jalan2 di sekitar pasar klewer situ. Eit, tapi ada satu lagi sih, pake acara ditilang polisi lho pak/bu. Hehehehe”

Peristiwa yang terjadi diatas boleh lah dibilang sederhana dan biasa terjadi pada kehidupan setiap orang, Namun kebersamaan saat itu memiliki arti tersendiri bagiku. Karena ada satu kesempatan yang tak mungkin lagi kudapatkan.

Just wanna say..

Selamat jalan Gita.. –Gita Trakanita-

Semoga memang ini adalah jalan yang terbaik bagi kita semua.

Semoga engkau mendapatkan tempat yang layak disisisiNya.

Semoga semua amal Ibadan mu diterima disisiNya.

Selamat jalan sahabatku

Selamat jalan temanku

Selamat jalan…

Semoga kita bertemu lagi di taman indah yang dijanjikan Nya.

Semoga kita merupakan sebagian dari orang2 yang disebutNya beriman.

Selamat jalan kawan.. doaku menyertaimu..

Kepada Hatta – dan keluarganya Gita, semoga tabah dalam menjalani cobaanNya ini. Yakinlah ini adalah jalan yang terbaik.





Matahari

5 08 2008

MATAHARI
musim berlalu
resah menanti
matahari pagi bersinar gelisah
kini semua bukan milikku
musim itu tlah berlalu
matahari segra berganti
dimana kau timbun daun yang layu
makin gelisah aku menanti
matahari dalam rimba kabut pagi
sampai kapankah aku harus menanti
awan yang hitam tenggelam dalam dekapan
daun yang layu berguguran dipangkuan
kapan badai pasti berlalu? resah aku menunggu
kapan badai pasti berlalu? badai pasti berlalu

hmmmm… didalam kita hidup.. atau mudahnya disetiap kehidupan seorang insan manusia pastilah pernah merasakan hal2 yang dirasa tidak sesuai dengan keinginan kita..

terkadang ada orang yang menyikapinya dengan biasa2 saja yang atinya setiap hal yang menyedihkan atau ujian yang dia jalani adalah karena Dia menyayangi kita. namun ada juga sebagian orang yang menganggap bahwa dunia nya telah berhenti. meski cuma karena suatu hal kecil saja.

kembali lagi ke hal hidup adalah pilihan. ketika kita dihadapkan pada suatu persimpangan dimana kita harus memilih. kita tidak bisa memilih keduanya karena jika kita menginginkan keduanya maka kita tidak beda dengan orang2 yang serakah.. lalu jalan mana yang akan kita pilih??

menjadi baik atau menjadi buruk? kekanan atau kekiri? jadi gak ada lagi tuh istilah kemana kaki melangkah sajalah.. soalnya kaki gak punya otak. kaki gak bisa memutuskan akan kearah mana kita akan berjalan. kaki akan melangkah jika otak kita memerintahkan kaki kita untuk melangkah..

so.. sekarang kita sendirilah yang harus menentukan siapa kita?

untuk yang sedang bersedih dan menantikan sesuatu.. teruslah berusaha.. karena tanpa usaha kita tak kan jadi sesuatu.. berusahalah!! dan yakinlah badai pasti berlalu.. karena setelah badai berlalu maka pastikan cerah kan datang menggantikannya.. ;)





Sekali lagi

1 08 2008

Kalau saja aku masih punya kesempatan yang sama

Atau semua yang pernah terjadi bisa terulang lagi

tApi ternyata kesempatan yang ada hanya sekali

Sampai kini masih kutunggu datangnya keajaiban

Yang mungkin saja bisa memberiku waktu satu kali lagi

Seandainya masih bisa ku dapatkan sekali lagi

Satu kali lagi

Ternyata tak semudah itu keinginan bisa terjadi

Tapi kuberharap semoga masih ada kesempatan sekali lagi

Masih tertunda dan belum semua ku katakan

Biar ku tunggu sampai kau kembali lagi disini

Harus kau dengar semuanya harus kau dengarkan

Isi hatiku yang belum kusampaikan (tentang hatiku)

Sebenere lagu ini untuk siapa?? Untuk ku kah? Untuk nya kah? Untuk siapa? Untuk siapa yang ingin memberi waktu satu kali lagi? Untuk siapa yang ingin meminta kesempatan satu kali lagi? Untuk siapa yang akan menggunakan kesempatan sekali lagi?

Akhhh…. entahlah.. ada banyak hal yang kadang tak bisa diterima dengan akal sehat.. namun mau tak mau hal itulah yang terjadi.. saat ini aku terus menunggu dan menunggu.. menunggu bintang jatuh turun dan penuhi segala inginku.. bintang yang selalu bersinar meski langit tlah bermandikan cahaya lampu.. yang selalu bersinar meski awan mendung menghalangi pacarannya.. yang kan slalu bersinar meski kita tak lagi ingat akan dirinya..





Ada..

1 08 2008

Ada yang datang dan pergi

Ada pertemuan dan perpisahan..

Klise bangget yah..

Tapi betapa indah dunia ini.. betapa semuanya akan menjadi misteri bagi setiap kehidupan kita..

Sama halnya semua.. aku pun tak tahu apa yang akan terjadi esok hari

Aku sama seperti halnya yang lalu..

Ketika kita akan melangkah.. mulai melangkah dijalan yang baru.. sama sekali baru..

Kita bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi esok hari..

Kita bahkan tidak bisa mengerti apa yang mungkin saja terjadi esok hari..

Kita bahkan tidak bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi sekarang ini.. nah lho..

Bingung gak sih???

Setiap saat detik yang ada sangatlah berarti.. ketika kita bertemu dengan seseorang

Kita mengenal orang lain.. kita belajar tuk mengenali diri kita.. kita lahir tidak dibekali dengan apa dan bagaimana kita?? Tapi kita harus belajar mengenali diri kita sendiri.. kita lah yang berhak menentukan sikap. Kemana arah tujuan sebenarnya langkah kita..

Saat kita tahu siapa sebenarnya kita, terkadang ada rasa kecewa..namun harusnya hal itu tak menjadi penghalang kita untuk tetap bersyukur pada Nya.. karna hanya Dia lah yang bisa membuat hidup kita berwarna..

Segala sesuatu yang terjadi pasti ada hikmah nya.. bner gak???





Hari-hari yang melelahkan

1 08 2008

Hmmmm. Pernah gak kalian merasa dimana kalian merasa lelah. Sebenarnya sih gak sepenuhnya merasa lelah, namun banyak hal yang bisa aku pelajari dalam perjalanan ku tersebut.

Perjalanan di mulai pada hari minggu, 29 Juni 2008. hari beranjak siang ketika aku mulai menyiapkan diriku untuk berangkat menuju kota pelajar. Adapun tujuanku adalah untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan yang terletak di jawa timur sana melalui Career Development Center UGM. Karena tanggal 30 Juni adalah tanggal pendaftaran terakhir. Ketika hari semakin beranjak siang, aku segera bergegas untuk berangkat. Kumulai perjalanan ku dengan naik angkot selama kurang lebih 15 menit, yang kemudian disambung dengan bis antar kota antar propinsi selama kurang lebih 2,5 jam. Karena aku sudah tak memiliki orang yang bisa diminta tolong untuk menjemputku di pemberhentian bus antar kota ini. Akhirnya aku memutuskan untuk back to nature. Hehe. Naik bis kota lagi maksute.

Setelah melihat jadwal tes serta situasi dan kondisi yang terjadi di kosan, keesokan harinya setelah aku melakukan maksutku, aku memutuskan untuk membawa harta benda ku yang tersisa di kosan ini (hehe.. hiperbolis banget yah? Padahal cuma bawa pulang motor, laptop ma cucian kotor =D).

Siang hari itu aku pun kembali pulang setelah mampir sebentar ke tempat teman Ibu ku untuk mengambil pesenan dari Ibu.

Hari berikutnya aku melakukan beberapa aktivitas seperti biasanya. Ketika hari beranjak siang datang surat panggilan untuk mengikuti tes di Jogja keesokan harinya. Akhirnya siang itu juga aku berangkat kembali ke Jogja dengan menggunakan bis antar kota. Meskipun masih merasa lelah setelah dua hari sebelumnya bolak balik Jogja – rumah. Namun aku menjalani semuanya dengan senang hati.

Setelah keesokan harinya hampir seharian aku berjuang untuk mengerjakan soal-soal yang tak hanya membuat ku lelah secara fisik namun juga otak ku ikut-ikutan lelah. Sehingga setelah tes tersebut selelsai aku tak bisa langsung pulang karena bdan rasanya masih remuk gitu deh. Baru hari jum’at aku memutuskan untuk pulang kerumah.

Pada hari sabtu ada pengumuman tes yang akan keluar. Mengingat saingan ku yang begitu banyak aku pun tak mengharapkan akan lolos ke tahap selanjutnya. Namun meskipun begitu aku pun penasaran akan hasil nya. Setelah siang hari ku kroscek ke website nya dan trenyata belum keluar, maka aku tidak terlalu berminat lagi. Hingga pada malam hari ada yang mengirimkan ku sms dengan singkat ”selamat ya mi..”. penasaran dengan maksut sms itu aku pun membalasnya dengan maksut dari sms itu. Akhirnya pertanyaanku terjawab sudah. Ternyata aku memang lolos meski hanya sebagai cadangan. Huh. Ada sebelnya juga sih ketika kita seneng2 udah lolos, eh ternuyata Cuma sebagai cadangan. Gimana gak aneh bin bete bin sebel? Mana badan lagi gak enak lagi. Trus besok disuruh tes kesehatan lagi. Bener-benr out of control deh. Ngomong2 tentang tes kesehatan besok selasa, ternyata Dia memang hebat! Oke deh aku jelasin dlu, pas sekitar tanggal 30 juga ada pengumuman seleksi administrasi suatu perusahaan. Kalo aku sih sebelumnya yakin banget bisa lolos, secara taun lalu aku juga udah lolos, jadi ya dalam hati aku ngerasa gak ada lagi hal yang membuat aku gak lolos seleksi administrasi. Namun Dia berkata lain, aku gak lolos. Dan tes selanjutnya di Jakarta tanggal 5-8 (kalo gak salah). Setelah pengumuman yang tanggal 5 keluar, dan ternyata tes kesehatan yang dijadwalkan adalah tanggal 8. sehingga aku tidak perlu lagi harus memilih satu diantara dua pilihan tersebut.

Akhirnya tanggal 7 aku berangkat ke Jogja lagi untuk kemudian mengikuti tes kesehatan perusahaan tersebut.

Setelah seharian tes kesehatan, ketika aku hampir memutuskan untuk kembali pulang ke rumah, tiba-tiba datang sebuah sms pemberitahuan bahwa ada tes di Surabaya.

Akhirnya setelah sehari bersiap, maka pada hari kamis aku berangkat ke Surabaya. Setelah 3 hari di Surabaya maka pada hari Senin aku kembali ke Jogja karena hari kamis nya aku akan berangkat ke Jakarta untuk mengikute tes lainnya.

Hari kamis pagi dari Jogja menuju Ibukota negeri ini. Sampai di stasiun Gambir hari sudah petang. Meskipun hari sudah beranjak malam, namun kehidupan di kota ini belum jua beranjak dari keramaiannya.

Hari jum’at pagi jam 6 aku mulai bersiap memulai aktivitasku, bersiap untuk interview. Jakarta. Kota Metropolitan. Sebenarnya aku tidak terlalu menyukai kota ini, namun demi interview ini aku pun menguatkan diriku untuk terus melangkah di kota ini. Selesai interview di daerah Kuningan, aku dan temanku meluncur ke daerah fatmawati demi meminjam sebuah buku instrumentasi. Wah hebat banget ya kita?? Hehe. Pulang dari fatmawati kita segera menuju itc cempaka mas. Demi memuaskan hasrat belanja kita. Setelah puas bershoping ria, kami kembali kerumah. Nyampe rumah pas jam 6 sore. Wah wah wah. 12 jam tepat kita berada di luar rumah. Ternyata cuapek juga.

Keesokan hari nya (hari Sabtu) kami kembali meluncur ke Jogja tercinta.

Setelah puas mengistirahatkan kaki, jiwa, raga dan pikiran selama seharian penuh, maka pada hari senin i’m back to the game. Kembali berjuang. Setelah seharian penuh berjuang di hari senin dan berlanjut satu jam kemudian di hari selasa nya aku kembali menenangkan otak dan fikiran ku. Aku sedang berduka ketika kemudian datang sms panggilan tes tahap 2 di Surabaya. Mengapa aku sedih? Masih inget tes kesehatan yang aku ikuti beberapa hari yang lalu? Yup. Pengumumannya sudah keluar. Dan ternyata the result is they’re reject me. Huhuhuhu. Sedihnya. Tapi gak papa lah. Masih banyak yang lain. Bener gak??

Akhirnya pada hari Jum’at aku memutuskan untuk berangkat ke Surabaya. Setelah hari Sabtu nya hampir seharian aku mengikuti psikotes di Fak. Psikologi UNAIR, maka hari Minggu aku kembali pulang namun kali ini bukan menuju Jogja akan tetapi menuju rumah ku. Yups. Akhirnya setelah sekian lama akhirnya aku kembali ke rumah. Tapi kayaknya aku di rumah gak bakalan lama deh. Karena sepertinya hari Sabtu aku harus sudah berada di Jogja kembali.

Kalo bisa ditarik alur perjalanan ku berawal ketika tanggal 29 Juni dan berakhir 27 Juli : Rumah(29/6) – Jogja(30/6) – Rumah(01/7) – Jogja(02/7) – Rumah(04/7) – Jogja(07/7) – Surabaya(10/07) – Jogja(14/07) – Jakarta(17/7) – Jogja(19/7) – Surabaya (25/7) – Rumah (27/7).

Wow. Its amazing kan..!! =D





bahagia? hak? kewajiban? pilihan?

29 05 2008

Ada banyak kisah dalam hidup kita. aku yakin semuanya pasti bisa saja mengandung secercah kebahagiaan maupun sedikit ketidakadilan yang menjadikan kita sedih..

entahlah..mengapa setiap orang banyak berkata kalau setiap orang itu punya hak untuk bahagia. namun aku juga pernah denger sebuah perkataan jikalau “setiap orang itu bukannya berHAK bahagia, namun WAJIB bahagia”

entahlah apa yang menjadi maksut dari perkataan itu. namun entah mengapa aku setuju saja dengan pernyataan itu. aku lebih menyetujui jika setiap orang itu wajib bahagia. jadi setiap orang wajib membuat dirinya sendiri bahagia.. dengan begini maka kita wajib membuat diri kita masing2 bahagia. maka kita tidak bisa menyalahkan orang lain atas ketidak bahagiaan yang kita alami.. namun bukan berarti kita juga tidak punya kewajiban untuk membahagiakan orang lain..

intinya..setiap orang berhak dan wajib bahagia.

maka..seberapa sedih nya dirimu..seberapa tak bisanya dirimu..ijinkanlah bibirmu tuk menggariskan sebuah senyum yang mendamaikan…

let’s say cheese..

teman, sahabat, sodara..maaf ya kalo aku pernah buta salah ma kalian..???





hidup adalah pilihan

20 05 2008

disini kita bebas memilih bentuk terbaik dari diri kita..

bebas menentukan mau jadi apa kita?

mau gimana?

gimanapun dirimu

apapun pilihanmu

banggalah akan bangsamu..

marilah kita junjung semangat nasionalisme kita..

jangan pernah malu untuk mengatakan aku orang indonesia..

jangan pernah berkata apa yang bisa diberikan bangsa kepada kita

tapi wujudkanlah apa yang bisa engkau berikan kepada bangsa kita

karena dengan adanya bangsa kita lah kita menjadi ada disini..

SMANGAT!!!!!

-bis kena sindrom Piala Thomas n Uber nih.. meski tidak mengalami kemenangan bukan berarti kita mengalami kekalahan.. huhuhuhu…!!!!! Go Indonesia.. i miss u..- (sambil dengan semangat menyanyikan lagu indonesia raya..red)