tentang seorang sahabat, teman..

15 03 2009

Aku bisa saja acuh atas segala sesuatu yang terjadi akhir2 ini. Namun aku tidak bisa. Entah apa yang sebenarnya orang lihat dari ke’tidak’an diriku. Namun yang pasti aku mulai menangkap makna lain dari beberapa orang disekelilingku. Mungkin memang sebenarnya mereka wajar adanya, namun menurut pengalaman yang telah lalu, ketika aku merasa ada yang ‘aneh’, kemudian aku menyangkalnya, dan pada akhirnya feeling ku akan apa yang kurasa ‘aneh’ itu adalah benar adanya. Terkadang aku tak habis pikir, akan itu semua, namun aku mulai menemukan jawabannya sekarang. Ada seorang yang kini mulai mengajarkanku untuk tak selamanya bersikap acuh. Meski terkadang timbul kecurigaan yang berlebihan akan setiap apa yang ada disekitarku. Dan aku pun tak bisa menyalahkannya. Akan tetapi, mungkin benar jika ternyata kita masih harus banyak belajar. Belajar akan segalanya. Belajar bagaimana mencintai, menyayangi, dicintai, disayangi, dibenci dan bersahabat. Bagaimanapun juga setiap orang yang punya sifat dan pribadi sendiri memiliki persepsi yang berbeda pula akan setiap hal. Bisa jadi kita bisa sesuai dalam satu hal, namun adakalanya kita tak dapat menyatu di hal yang lainnya. Namun bukan manusia namanya jika mereka tidak mau belajar akan segala sesuatunya. Jika mereka tidak bisa menyesuaikan diri mereka dengan alam sekitar mereka. Dan aku pun sebagai seorang manusia, mulai belajar untuk mengenal sekitarku.

Ada sebuah cerita tentang seseorang. Dia seorang yang biasa saja, bahkan cenderung asal dalam berpenampilan dan berperilaku. Alias semau gue aje. Tak ada yang istimewa darinya, kecuali dia bisa cepat akrab sekalipun dengan orang yang baru dikenalnya. Entah itu cewek ataupun cowok. Dia merasa nyaman atas semua yang dia kerjakan. Sampai pada akhirnya dia dikhianati oleh persahabatan itu sendiri. Sebenarnya, dalam hatinya yang paling dalam dia menyukai salah satu sahabatnya itu, dan sebenarnya sang sahabat tersebut juga memiliki perasaan yang sama. Hmmm.. masalah klasik yah. Tapi itu bukanlah hal yang begitu besar bagi dia. Karena dia adalah seorang yang kuat, sehingga dia selalu menyingkirkan segala perasaan mengenai sahabatnya itu. Namun ketika hati kecil tak lagi terelakkan, sehingga pada akhirnya dia berniat untuk mengatakan yang sesungguhnya, dan ternyata kesempatan itu sudah terlambat, karena ternyata sang sahabat telah memiliki belahan jiwanya yang lain. Sebagai seorang sahabat yang dekat, dia kecewa, kenapa sang sahabat tak pernah mau berbagi apa saja yang dialaminya, dan diapun menyimpan perasaannya itu sampai sekarang. Dan dia tak pernah lagi ingin mengungkapkan perasaannya itu. Dia telah kecewa. Kecewa terhadap keadaan. Keadaan yang mengharuskannya menjadi seorang yang tegar dalam menghadapi sesuatu. Meski dia pun juga tahu bahwa sang sahabat pun mempunyai perasaan yang sama. Namun biarlah semua berlalu. Seiring berjalannya waktu, dia pun akhirnya menemukan belahan jiwa nya yang lain, dia belajar, belajar mengenal orang lain tersebut. Belajar untuk menjadikan orang lain tersebut adalah sahabat, teman ataupun pacar. Karena dia tahu itu tak mudah baginya, dan dia pun sadar bahwa sebenarnya dia banyak berlaku tidak adil bagi kekasih hatinya tersebut. Namun dia pun berusaha untuk adil terhadap segalanya. Meski tidak menutup kemungkinan bahwa sebenarnya dalam hati kecilnya tak bisa melupakan sang sahabat tersebut, namun dia tetap berusaha. Karna sesungguhnya hanya dia lah yang tau apa yang sebenarnya dia rasakan kini.

Kini, aku bisa melihat dia sebagai seorang temanku yang tegar. Menghadapi segala sesuatunya dengan hati nya. Aku masih harus belajar banyak padanya. Belajar bagaimana kita harus menjalani hidup ini dengan ikhlas hati.

Teman.. dimanapun dan bagaimanapun dirimu kini, teman adalah teman, sahabat adalah sahabat. Begitulah adanya tak kan pernah berubah. Dahulu kini dan nanti.





Gresik, 11 Februari 2009

15 03 2009

Dan.. hijaunya daun itupun ikut tersenyum..

Meski itu berat, namun tersenyumlah..

Karena disuatu tempat, entah dimana, meski jauh,

Ada impian yang menunggu..

Menunggu untuk kita raih

Dan.. apa yang akan terjadi esok hari

Masih menjadi rahasia Nya

Itulah keindahan yang sebenarnya

Ketika kita masih bisa tersenyum

Disaat-saat yang sekalipun terasa semakin sulit..

Dan.. apa yang sesungguhnya kita cari?

Jikalau sebenarnya kebahagiaan itu kita sendiri yang buat..

Maka.. sebenarnya kita manusia tak patut jika terus saja menuntut hal yang baik-baik saja tanpa mau berusaha untuk mendapatkan yang terbaik untuk kita. Ada beberapa orang yang hanya melihat sekilas terhadap apa yang terjadi. Sehingga pada akhirnya merugikan sesama nya. Dan ada juga orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri hingga tak lagi peduli akan sekitar kita. Namun terkadang kita sendiri juga hanya manusia biasa yang memang penuh dengan kesalahan. Tapi patutkah jika kita menyalahkan keadaan itu dalam kita menilai sesuatu. Jika kesalahan yang kita lakukan hanya sekali atau dua kali mungkin masih bisa dimaklumi. Namun jika kesalahan itu terus berulang, maka alasan apalagi yang patut untuk dipertahankan?

Jika kita berbicara merujuk kepada kesalahan yang kita buat, maka hal itu mengarah terhadap kedewasaan kita dalam mengambil sikap dan keputusan di setiap apa yang terjadi didepan kita.

Dan jika kita membicarakan kedewasaan lebih lanjut maka hal itu merujuk terhadap pilihan tingkat kedewasaan yang kita ambil.

Maka sebenarnya setiap kata dan keputusan yang keluar dari diri kita merupakan cerminan dari kedewasaan dan pilihan yang kita buat.

Hmm.. terlalu serius ya bahasanya..?? tapi mungkin itu lebih kepada apa yang terjadi padaku akhir2 ini. Dalam beberapa minggu terakhir, aku menghadapi dan akhirnya memutuskan banyak hal. Banyak pilihan yang aku ambil, namun tak sedikit pula pilihan yang aku tinggalkan dibelakangku, dan semoga tak akan aku ingat dan lihat lagi. Untuk kemudian pilihan yang aku ambil pun mempunyai beberapa konsekuensi yang harus aku jalani. Hingga akhirnya hal-hal yang menjadi konsekuensi tersebut menguji tingkat kedewasaan diri yang telah aku bangun sebelumnya. Memang ada sebagian yang menambah kekuatan benteng yang aku dirikan, namun banyak juga yang turut menggoyahkan kekuatan benteng yang telah aku buat tersebut. Hingga kini pada akhirnya aku masih belajar untuk menguatkan bangunan kedewasaan yang mulai aku dirikan tersebut. Namun pada akhirnya aku belajar akan hal yang dinamakan kesetiaan komitmen dan tanggung jawab.





dan ku teringatttt ketika…

15 03 2009

Hari pertama pertarungan dimulai.

Dengan masih berharap sedikit terhadap pengumuman pertamina, namun aku tetap melakukan semuanya dengan senang hati.

Hari yang baru. Seneng. Dapet buanyak temen baru. Tapi masih kurang akrab ma yang cowok2. coz palingan bru knal ma denish doang. Bis gitu yang laen ngabuer.

Eh btw busway.. mas yang itu tuuuhhhh juga lolos lho.. hehehe.. target bo’.. tapi palingan juga dah punya buntut. Gak terlalu berharap banyak lah. Lha aku disini juga mau belajar ko’. Belajar mengenal dunia luar yang lebih luas. Belajar akan hal yang pastinya lebih indah. (hahahaha..guaya ku lho…)

Secara gak langsung aku bersemangat mengikuti semua rangkaian acara hari ini.

Hmm. Aku bercita2 untuk membangun pembangkit yang berbasiskan energi yang terbarukan. Persis seperti yang pak iwan ajarin and mister al gore presentasiin. Aku ingin menyelamatkan dunia ini (cie ciee bahasaku lhooo..) aku ingin memberikan sesuatu untuk negeriku tercinta (nasionalis bangget negh) dengan caraku sendiri pastinya. Wuaahh. Indah pastinya jika kita hidup dengan damai. Dengan memanfaatkan alam kita sebaik2nya. Dengan memelihara lingkungan kita. Kita hidup berdampingan dengan damai. Dan dengan indah pastinya.

Hmm. Ternyata cita-cita ku sungguh mulia ya. Hehehe. (hmmm…. apa ini benar ilmi yah??? hehehehe)





Cinta Adalah

15 03 2009

Cinta adalah…

Cinta adalah rasa

Rasa akan sesuatu. Dimana hanya ada aku dan dia. Namun terkadang tak semua aku adalah dia. Dan tak semua dia adalah aku, sehingga apa yang sebenarnya terjadi terkadang kita sendiri tidak menyadarinya. Dan ketika sadar rasa itu telah datang jauh jauh hari dari hari dimana kita menduganya.

Cinta adalah jiwa

Jiwa seseorang. Dimana kita merasakan bahwa jiwa itu sebenarnya adalah satu. Namun terkadang orang tak menyadari bahwa jiwa itu ada disampingnya dan selalu mendampinginya. Dan ketika sadar jiwa itu telah pergi dan tak mungkin lagi kita miliki.

Cinta adalah makna

Makna akan sesuatu. Ketika kita mencoba memberi makna akan setiap peristiwa yang hadir dalam hidup kita. Ketika kita belajar bahwa setiap peristiwa berbeda satu sama lainnya dan didalamnya pasti terkandung beberapa hal yang membelajarkan kita akan sesuatu.

Cinta adalah hal

Hal yang indah. Hal yang mana kita selalu merasakannya bagai suatu sentuhan hangat di lubuk hati kita disaat kita terjatuh dan terpuruk. Cinta datang memberi hal yang memaknai setiap langkah di sepanjang jalan hidup kita. Hal itu datang dan pergi begitu saja. Sehingga terkadang kita tak menyadarinya kapan hal itu terjadi.

Cinta adalah indah

Indah akan hadirnya sesuatu. Sesuatu yang penuh makna. Karena cinta, setiap langkah yang kita tempuh jadi lebih indah.

Cinta adalah sesuatu

Sesuatu yang berharga. Yang wajib dimiliki semua insan. Sesuatu yang harusnya kita hargai. Sesuatu yang tak hanya berikan kita senyum, namun juga tangis bahagia. Meski tak jarang juga berikan kita senyum pahit nan getir. Ataupun sakit hati yang teramat dalam. Namun cinta pasti akan memberikan kita sesuatu. Sesuatu yang patut dipertahankan dan diperjuangkan.

Cinta adalah kenangan

Kenangan akan segala rasa indah dan makna yang pernah terjadi. Ketika kita tak lagi bisa dan tak mampu akan suatu hal. Maka kenangan itu pastinya nantinya akan membuat kita tersenyum menangis tertawa dan meringis. Entah bahagia entah sedih, kenangan akan cinta kita terhadap sesama pastinya akan selalu kita ingat dan kita simpan baik-baik dalam hati kita. Entah apa yang akan terjadi esok hari, pastinya cinta kan berikan kenangan yang lebih indah andai kita tau.

Cinta adalah hidup

Hidup kita di dunia ini harusnya penuh akan cinta dan kasih sayang. Cinta kepada sesama. Cinta kepada ALLAH. Cinta akan seseorang. Cinta akan sesuatu. Cinta akan kenangan. Yang pastinya cinta kita tak akan pernah berakhir. Seandainya kita tahu bahwa pastinya cinta kan berikan makna di setiap indahnya. Dimana kita akan bisa menemukan kebahagiaan yang berharga jika kita mau memperjuangkan cinta kita di jalanNya.

Andai ia tahu. Ada senyum di sana, namun juga ada pedih itu. Senyum dan pedih yang hanya ia sendiri yang tahu kapan ia datang dan pergi. Namun sekalipun pedih itu datang, senyum itu akan selalu ada. Ia berjanji. Kepada alam. Kepada langit. Kepada bintang. Kepada seseorang. Kepada semuanya. Yang bisa mendengarkan kisahnya.





Just 4 my friend – perjalanan ke solo

11 03 2009

Aku berjalan.. aku melihat.. aku mendengar.. aku merasakan.. aku menilai.. aku memutuskan.

Aku mencoba melakukan semua hal yang berkaitan dengan hidupku sendiri. Aku melihat banyak hal dan aku pun menilai banyak hal. Meski terkadang penilaian itu hanya bersifat sesaat semata. Aku berdiri pada satu tumpuan kaki. Belajar menyeimbangkan antara akal fikiran dan perbuatan. Serta mencoba menilai segala sesuatu bukan hanya dari bungkus yang terlihat. Aku mencoba untuk adil pada segalanya. Namun ternyata. Tak selamanya keadilan yang kubuat telah berlaku adil terhadap apa yang ada disekelilingku.

Mungkin aku belum pernah merasa begitu kehilangan akan sesuatu. Akan tetapi ada hal yang membuatku kembali berfikir kebelakang. Bahwasanya apa yang kita lihat dan rasakan saat ini mungkin saja tak akan berulang lagi dimasa yang akan datang. Dan saat-saat indah yang terlewatkan begitu saja tak terasa telah meninggalkan seberkas kenangan yang tak pernah terlupa.

Tak terasa kurang lebih lima tahun berlalu semenjak perkenalan yang tak terduga itu. Tak terasa bahwa kebersamaan yang kita lalui adalah kebersamaan yang singkat. Kebersamaan yang dahulu sempat terlupa sebab garis takdir tak lagi mempertemukan kita dalam beberapa kisah indah. Namun dibalik itu semua ada suatu kesempatan dimana kelima cewek yang dipertemukan oleh tempat dan kondisi itu berpetualang bersama menembus bilangan solo dan sekitarnya. Meski hanya singkat saja namun hal itu cukup memberikan kenangan yang mengendap dihati masing-masing nya.

Sore itu mendung menggelayuti kota Jogja. Tepatnya daerah Pogung Kidul. Ketika kelima cewek itu bersiap untuk melakukan suatu perjalanan, tak disangka hujan turun dengan derasnya. Bermodalkan nekad dan tekad yang keras dari kelimanya, maka tanpa pikir panjang lagi mereka bergegas berangkat menembus guyuran hujan bersenjatakan payung 3 buah yang memayungi kelima anak manusia itu. Perjalanan yang sebenarnya singkat terseut menjadi sangat panjang dikarenakan hujan yang menemani perjalanan mereka. Ditambah nunggu bis kota yang lama menyebabkan mereka berlima basah kuyup tak menentu. Seiring ketika akhirnya beberapa menit kemudian mereka sampai di stasiun lempuyangan dengan susah payah, kereta prambanan ekspres pun melaju dengan anggunnya menuju stasiun tersebut. Maka mau tidak mau mereka berlari tergopoh gopoh menyongsong mbak2 penjual tiket dengan segera membeli tiketnya dan tanpa membuang waktu segera berlari menyongsong kereta tersebut. ”Pfiuh… akhirnya sampai juga. Pas banget yah..” seru salah satu dari mereka. Dan merekapun bergegas untuk ikut berebutan masuk ke rangkaian kereta tersebut saat kereta tersebut berhenti tepat dihadapan mereka. ”Yah.. gak dapet tempat duduk nih..” salah satu dari mereka berkata. Dan yang lain pun menyahut ”Gpp, nyante ajah.. kan kita uda sedia koran bekas. Kita lesehan aja. OK?” sembari menggelar bekal koran bekas yang mereka bawa dan dengan segera berebut mendudukinya. Dan perjalanan ke Solo sore itu pun dimulai dengan bercerita, ngemil, ketawa2 sampai akhirnya tertidur dengan posisi duduk berpunggung2an.

Ketika akhirnya rangkaian kereta mulai kosong karena udah banyak penumpang yang pada turun, mereka bersiap-siap berdiri, sembari searching tempat duduk yang sudah tak berpenghuni lagi. Sementara itu disudut bagian lain ada seseorang yang menunggu dengan sabar, menunggu sang putri tercinta yang akan datang dengan beberapa temannya yang akan segera meramaikan kediamannya.

Makan malam kali itu terasa berbeda. Apalagi bagi anak kos macam mereka. Makan gratis dan enak adalah hal yang paling dicari, sampe2 kalo bulan puasa dibela2in dah tuh cari tajilan di masjid2 besar sekalian cari makanan buka gratisan. Hehehe. Back to the dinner. Setelah selesai makan malam dan mebereskan segala hal yang berkaitan dengan cuci-mencuci piring sendok dan garpu yang mereka pakai, pake acara petak umpet segala, akhirnya mereka beranjak dari rumah itu dan berjalan perlahan menyusuri arena pasar malam di daerah tersebut. Setelah berjalan muter2, akhirnya mereka memutuskan untuk bermain permainan sederhana macam kora2 Cuma lebih tradisional dan menggunakan tenaga manusia sebagai penggeraknya, kita menyebut permainan itu ”ombak banyu”. Ketika wahana permainan itu mulai berjalan, senyum usil tersungging di sudut bibir kelima cewek tersebut. Namun ketika permainan tersebut benar2 telah berjalan, senyum tersebut berubah menjadi teriakan2 khas cewek yang dengan segera melepaskan segala beban dan pikiran yang hinggap dikepala mereka berganti dengan perasaan lega akan beban yang telah terangkat dan tersingkirkan untuk sementara waktu. Setelah selesai memainkan permainan tersebut, kelima cewek itu sok berani untuk ikut gabung berjalan di rumah hantu. Dan akhirnya Cuma beberapa diantara mereka yang benar2 nekad untuk mengikuti permainan tersebut. Bermodal nekad dan teriakan yang tajam, mereka masuk ke wahana tersebut. Dan ketika mulai berjalan, satu persatu hantu dan tipuan pun bermunculan, dan merekapun dengan sesegera mungkin mengeluarkan jurus andalan mereka yaitu teriak sekenceng mungkin.

Dan dalam hati teman mereka yang tertinggal diluar, ”hahaha… itu kan suara teriaknya temenku.. ketahuan banget Cuma modal teriak.. mampus2 deh didalem.” Dan ketika hari beranjak malam, mereka terlelap dengan senyum yang masih tertinggal di sudut bibir mereka. Pelan tapi pasti ada gumaman di dalam tidur mereka, ”Untung aku tadi gak jadi ikutan masuk, biarin lah, dikirain penakut2 deh..” ”Hmmm… arum manis ku.. enak banget seehh…” ”Wah kenapa ya aku gak ikutan makan mie ayamnya..?? Hmmmm.. jadi mupeng deh neh.” ”Jeruk balinya manis gak ya?” “Hiiiiyyyy serme euyy.. tadi ada bapak2 yang mupeng banget ngeliat gw. Jd gak enak body gene deh..”

Petualangan mereka ternyata belum berakhir. Keesokan harinya setelah bersiap dan kembali menyantap makanan bermerk gratisan, mereka ber-5 ditemenin ibu, adek dan temen adeknya yang empunya rumah pergi berjalan2 ke Solo Grand Mall ato yang lebih popular dengan SGM. Sebenernya sih Cuma sekedar jalan2 doank, cuci mata situ, biar nanti kalo ditanyain orang, “ke solo kemana aja neng?” mereka bisa menjawab, “ke cembengan –pasar malem- pak/bu, ma ke SGM juga, trus jalan2 di sekitar pasar klewer situ. Eit, tapi ada satu lagi sih, pake acara ditilang polisi lho pak/bu. Hehehehe”

Peristiwa yang terjadi diatas boleh lah dibilang sederhana dan biasa terjadi pada kehidupan setiap orang, Namun kebersamaan saat itu memiliki arti tersendiri bagiku. Karena ada satu kesempatan yang tak mungkin lagi kudapatkan.

Just wanna say..

Selamat jalan Gita.. –Gita Trakanita-

Semoga memang ini adalah jalan yang terbaik bagi kita semua.

Semoga engkau mendapatkan tempat yang layak disisisiNya.

Semoga semua amal Ibadan mu diterima disisiNya.

Selamat jalan sahabatku

Selamat jalan temanku

Selamat jalan…

Semoga kita bertemu lagi di taman indah yang dijanjikan Nya.

Semoga kita merupakan sebagian dari orang2 yang disebutNya beriman.

Selamat jalan kawan.. doaku menyertaimu..

Kepada Hatta – dan keluarganya Gita, semoga tabah dalam menjalani cobaanNya ini. Yakinlah ini adalah jalan yang terbaik.